Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan


Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

1.        Sel tumbuhan
Bagian sel yang lengkap umumnya tediri atas dinding sel, protoplas, dan vakuola. Pada tumbuhan tinggi, hampir semua selnya mempunyai dinding. Dinding sel umumnya dianggap sebagai hasil sekresi protoplasma dan diletakkan pada permukaanya, sehingga merupakan lapisan yang tidak hidup. Namun demikian ada bagian dari dinding sel, yakni lamella tengah yang mengandung bahan-bahan hidup selama protoplasma masih aktif. Bagian-bagian yang hidup dari suatu sel disebut protoplasma yang terdiri dari sitoplasma (plasma sel), inti sel (nucleus), dan plastid (Heddy, 1987).
Masa dasar yang menyusun protoplas kecuali nukleus dan terdapat bagian-bagian lain seperti plastida, mitokondria, dan sebagainya disebut plasma sel. Jadi plastida adalah suatu badan yang kental yang dapat berubah bnetuk, biasanya berbentuk bulat atau lonjong. Vakuola merupakan rongga dalam plasma sel yang berisi sel yang disebut air sel. Air sel merupakan bahn bukan protoplasma, tersusun atas air dengan beberapa bahan yang terlarut. Bahan ini bisa berupa mineral, cadangan makanan dan hasil sisa metabolisme (Heddy, 1987).

2.        Sel Hewan
Bagian sel yang terbesar ialah sitoplasma atau cairan sel. Sitoplasma diselubungi oleh selaput tipis yang disebut membran sitoplasma. Dalam sitoplasma tersuspensi berbagai organela sel seperti retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, lisosom, mitokondria, membran inti, dan sentriol. Membran sel membantu pengaturan lalu lintas berbagai zat melalui proses transpor pasif dan aktif. Transpor aktif adalah proses transpor yang memerlukan penggunaan energi ATP. Selain itu, membran sel juga berfungsi sebagai selaput melekat bagi berbagai enzim (Isnaeni, 2006).
Bangunan yang paling menonjol dalam sitoplasma adalah inti sel. Pada umumnya, sel mempunyai sebuah inti. Akan tetapi, beberapa jenis sel mempunyai lebih dari satu inti, contohnya sel otot lurik. Cairan dalam inti sel disebut nukleoplasma atau karioplasma, diselubungi oleh dua unit membran inti. Dalam inti terdapat anak inti atau nukleous, yang merupakan partikel-partikel yang sangat menyerap zat pewarna (Isnaeni, 2006).
Retikulum endoplasma (RE) yaitu bangunan berbentuk saluran berkelok-kelok yang dibatasi membran. RE merupakan perluasan dari membran plasma ke arah dalam, menuju membran inti. RE dapat dibedakan menjadi dua, yaitu RE halus dan RE kasar. Sesuai dengan namanya, RE kasar memiliki banyak butiran atau granula halus yang menempel pada membrannya, sedangkan RE halus tidak. Butiran atau granula halus tersebut adalah ribosom, yang berperan penting dalam sintesis protein. Oleh karena itu, RE kasar mampu menyelenggarakan proses sintesis protein, sedangkan RE halus tidak. RE halus berfungsi dalam sintesis zat bukan protein (Isnaeni, 2006).
Aparatus golgi bekerja sebagai bagian  dari sistem transpor dalam sel, juga berkaitan dengan pembentukan  dan pengemasan bahan yang akan dikeluarkan dari sel. Lisosom dapat ditemukan dalam  sel sebagai bangunan berbentuk kantong kecil bermembran, yang berisi enzim hidrolitik dan memiliki pH rendah. Enzim dalam lisosom bekerja untuk menghancurkan bagian sel yang sudah tua dan tidak diperlukan lagi, serta berbagai zat lain yang masuk ke dalam sel, baik nutrien maupun benda asing seperti bakteri dan virus. Oleh karena itu, organela ini disebut lisosom (Isnaeni, 2006).
Mitokondria merupakan organela yang memiliki dua unit membaran, yaitu membran luar dan membran dalam. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil ATP, yaitu senyawa kimia yang berenergi tinggi. Selain organela yang telah disebutkan, dalam sel hewan juga dijumpai sentriol dan sitoskleton. Sentriol merupakan bangunan berbentuk tabung kecil dan memiliki peran penting selama pembelahan sel, yakni dalam pembentukan benang spindel. Sitoskleton dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Sitoskleton juga penting untuk membantu pergerakan sel, contohnya aktin dan miosin pada sel otot (Isnaeni, 2006).

Sumber:
Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius.
Heddy, S. 1987. Biologi Pertanian. Jakarta: Rajawali.

Kritik dan saran melalui email: elsi.aryanti@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbuhan Kacang Hijau

TIGA ORGAN DASAR TUMBUHAN